TAJUK RENCANA oleh Redaksi ilustrasi Defisit APBD Provinsi Riau yang menembus Rp 3,5 triliun terdiri dari defisit anggaran Rp 1,3 triliun dan tunda bayar sebesar Rp 2,2 triliun ini bukan sekadar kegagalan teknokratis dalam pengelolaan keuangan daerah. Ia merupakan indikasi serius kelalaian negara dalam memenuhi kewajiban konstitusional terhadap hak dasar warga, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Ketika anggaran tersendat dan layanan publik terganggu, yang dipertaruhkan bukan hanya angka-angka fiskal, melainkan amanat konstitusi. Jika masih ingat dengan pernyataan mantan Gubernur Riau, Syamsuar, dalam debat publik menjadi alarm keras. Ia menegaskan bahwa defisit sebesar ini belum pernah terjadi pada masa gubernur – gubernur sebelumnya dan justru muncul pada masa transisi pemerintahan. Fakta ini bukan sekadar perbandingan politik, melainkan indikator serius kegagalan tata kelola keuangan daerah yang berdampak langsung pada kepentingan publik. Anggaran Bukan Sekadar Kebija...
Piagam Penghargaan Diberikan Kepada Tim Relawan Bermarwah: Wujud Apresiasi Atas Perjuangan Menuju Kemenangan
SABTANEWS COM - PEKANBARU - Dalam momen penuh haru dan semangat, Gubernur Riau terpilih Abdul Wahid bersama Wakil Gubernur SF Hariyanto menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Tim Relawan Bermarwah. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi, partisipasi, dan dukungan luar biasa yang diberikan para relawan dalam memenangkan pasangan ini pada Pemilihan Gubernur Riau periode 2025–2030.
Acara berlangsung di Pekanbaru, dihadiri oleh relawan, simpatisan, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Abdul Wahid menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kerja keras para relawan yang tidak mengenal lelah.
“Keberhasilan ini bukan hanya milik saya dan Pak SF Hariyanto, tetapi milik kita semua, khususnya Tim Relawan Bermarwah yang telah menunjukkan komitmen dan perjuangan tanpa pamrih. Kalian adalah bagian penting dari sejarah ini,” ujar Abdul Wahid.
Wakil Gubernur terpilih, SF Hariyanto, turut menyampaikan apresiasi kepada para relawan. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini adalah simbol dari semangat gotong royong yang telah ditunjukkan.
> “Semoga kita dapat terus bersinergi membangun Riau yang lebih baik untuk lima tahun ke depan,” katanya.
Ketua Relawan Muda Peduli Riau, Erlangga SH, yang turut hadir di acara tersebut, menyampaikan harapan agar lima tahun ke depan menjadi momentum kemajuan Riau sebagai pusat ekonomi di Sumatera.
> “Provinsi Riau yang kaya ini harus menjadi pusat perekonomian di Pulau Sumatera. Program-program ke depan harus benar-benar pro-rakyat, tidak lagi hanya berpihak pada kelompok tertentu atau kepentingan pemilik modal. Semua sektor harus bergerak bersama untuk mewujudkan Riau emas, gemilang, dan terbilang di segala aspek,” tegas Erlangga.
Abdul Wahid dan SF Hariyanto berkomitmen menjalankan visi Riau Bermarwah, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan. Mereka berharap, sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat membawa Riau menuju kemajuan yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Dengan piagam ini, pasangan terpilih ingin memastikan bahwa peran relawan akan tetap dihargai, tidak hanya sebagai bagian dari sejarah kemenangan, tetapi juga sebagai mitra penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Komentar
Posting Komentar