Buka Pelatihan Batik Berpola, Ketua Dekranasda Kab Kampar, Ricana Djayanti : " Jadikan Batik Kampar Bernilai Tinggi Dan Eksklusif"


BANGKINANG, SABTANEWS.COM --  Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kampar menggelar Kegiatan Fasilitasi Pelatihan Dan Penguatan Industri Kerajinan Daerah yaitu berupa Pelatihan Batik Berpola Bertemakan ‘Inovasi Dan Kreatif Dalam Rangka Mengangkat Budaya Kampar' bertempat di Galeri Dekranasda Kabupaten Kampar yang dibuka secara langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Kampar Ricana Djayanti Hambali dan didampingi oleh Kabid Pengembangan dan Pembinaan IKM Agusni Mariani selaku mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar, Jum'at (6/12).

Pelatihan ini diikuti oleh 10 orang peserta yang merupakan pengrajin batik dan pemilik rumah Batik di Kabupaten Kampar. Kegiatan pelatihan ini mendatangkan Narasumber dari Provinsi Riau yang juga seorang Pelaku Batik. 

Dalam sambutan dan pengarahannya, Ketua Dekranasda Kabupaten Kampar menyebutkan bahwa Batik merupakan salah satu warisan budaya nasional dan juga menjadi warisan budaya UNESCO yang telah turun temurun hadir menjadi bagian yang tidak lepas dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. "Batik memiliki cerita, sejarah dan makna yang terkandung didalam setiap goresan dan lukisan yang dibuat. Hampir diseluruh wilayah Indonesia memiliki keanekaragaman Batik tidak terkecuali Kabupaten Kampar dengan Batik Kampar nya yang memiliki beragam motif dan punya arti serta nilai yang tinggi" ucap Ricana mengawali sambutannya.

"Kegiatan pelatihan batik berpola merupakan pelatihan yang dilaksanakan dengan tujuan untuk melestarikan salah satu kebudayaan Kabupaten Kampar dan karena masih banyak kekurangan dari Batik Kampar yang dibuat oleh para pengrajin batik, salah satunya pengaturan pola batik, sehingga belum bisa menaikkan nilai jual serta meningkatkan daya tarik" tambah Ricana.

Ricana juga menekankan kepada para peserta pelatihan ini bahwa perlu adanya perubahan terhadap kreasi dan inovasi terhadap Batik Kampar, dikarenakan Batik Kampar masih jauh dari kata  sempurna terutama dari segi pola, pengrajin batik di Kabupaten Kampar harus mampu berinovasi dan kreatif dalam rangka menciptakan motif serta pola yang mengacu pada ciri khas Kampar yang tidak dimiliki oleh daerah lain, pengrajin batik juga harus mampu membentuk dan membuat pola yang sesuai dan pas jika dijahit sehingga memiliki nilai tinggi serta harus berfikir untuk menciptakan batik yang lebih eksklusif (berkelas). Ricana juga jelaskan bahwa Pebatik Kampar harus memasukan filosofi, arti, makna serta harus ada unsur pembelajaran disetiap pola dan motif yang dibuat.

"Saya berpesan bagi para pengrajin batik untuk saling bermitra dan buatlah jaringan kerja yang luas (Network), berupayalah semaksimalnya untuk meningkatkan kualitas serta harus berfikir kedepan untuk maju dan berkembang. Mari bersama-sama menjaga dan mengembangkan Batik Kampar sebagai warisan budaya yang ternilai harganya" demikian ditegaskan Ketua Dekranasda Kabupaten Kampar ini.

Ricana berkenan melakukan Pemasangan tanda peserta dan serahkan Canting serta Peralatan membantik lainnya secara simbolis kepada peserta sebagai tanda dibukanya pelatihan Batik Berpola ini. (Diskominfo Kampar /EMS)

Komentar

POPULER

Presiden Prabowo Resmikan Unhan, Wamen Viva Yoga: Mencetak Patriot Bangsa yang Cerdas, Unggul, dan Cinta Tanah Air

Polsek Bukit Raya Gelar Patroli Asmara Subuh, 21 Kendaraan Berknalpot Brong Diamankan

Polsek Siak Hulu Tangkap Pelaku Narkoba Jenis Pil Extasi Merk Youtobe

Kajati Riau Hadiri Buka Puasa Bersama Lembaga Adat Melayu Riau

Ketua Laskar Merah Putih Riau Sebut, Indra Pomi Dinilai Sebagai Pemimpin Potensial Pekanbaru Pada 2024

Wujud Nyata Babinsa Kaliboto Bersama Petani Laksanakan Panen Padi, Dukung Ketahanan Pangan Desa

API Riau Ambil Peran Strategis dalam Suksesnya AHCC 2026: Menguatkan Gembala, Membangun Gereja

Dukung Perencanaan Pembangunan Daerah, Kalapas Pekanbaru Hadiri Forum RKPD Kota Pekanbaru Tahun 2027

“PERNYATAAN SIKAP KETUA UMUM HMI KOMISARIAT FAI UIR”

JK Pengawas Sekolah Dasar di Lingkungan Disdik Labusel Diduga Gelapkan Uang Guru