SABTANEWS COM - ROHUL - Meluruskan isu, memberikan klarifikasi resmi, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hulu (Disdik Rohul) bersama seorang ASN atas nama Warno Leo, terkait adanya beberapa narasi-narasi yang dimuat di rilis dibeberapa pemberitaan media online, terutama di riwayat mutasi Warno Leo serta isu dugaan pelanggaran disiplin yang dipublikasi di beberapa media online bahkan diposting di salah satu akun tiktok. Bahkan dinilai, narasi-narasi yang dimuat dibeberapa berita media online tersebut, menyesatkan dan tidak sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya, Minggu 07 Desember 2025. Dugaan yang Beredar Sejak 2024 Isu dugaan perselingkuhan salah satu ASN atas nama Warno Leo pertama kali mencuat melalui pernyataan seseorang yang bernama Ratna Wilis (istri sah Warno Leo) dan Ratna Wilis menyebut telah melaporkan kasus tersebut ke Dinas pendidikan Rokan Hulu pada bulan September 2024, lalu Ratna Wilis mengatakan bahwa laporan tersebut belum ditindaklanjuti ...
*Solusi Irigasi Ratusan Hektar Sawah di Banyumas, Panglima TNI dan Kasad Resmikan Instalasi Pompa Hidram*
BANYUMAS, JATENG , SABTANEWS.COM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meresmikan instalasi pompa hidram di Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (9/10/2024). Program ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan sulitnya akses irigasi pertanian yang selama ini dialami masyarakat setempat.
Instalasi pompa hidram ini merupakan bagian dari Program TNI AD Manunggal Air yang dirancang untuk membantu masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang kesulitan mengakses air bersih. Dipergunakannya teknologi pompa hidram yang memanfaatkan aliran air dari Bendung Gerak Serayu dan kemudian mengalirkan air dari dataran rendah ke dataran tinggi tanpa menggunakan listrik atau bahan bakar, dimungkinkan berkat adanya tekanan gravitasi alami dari aliran air untuk mengairi lahan pertanian di tiga desa.
Dalam sambutannya, Panglima TNI menekankan bahwa program ini akan sangat membantu petani dalam mengairi sawahnya, sehingga berimbas pada meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
“Air adalah kebutuhan mendasar yang sangat diperlukan oleh setiap warga negara. TNI berkomitmen untuk hadir dan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ini,” ujar Jenderal Agus Subiyanto.
Sebagaimana diketahui, program pompa hidram diinisiasi oleh Jenderal Maruli saat dirinya masih menjabat sebagai Pangdam IX/Udayana. Kala itu, ia tergerak untuk membantu masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kesulitan mendapatkan air bersih. Program ini kemudian berkembang menjadi skala nasional, dan menjadi salah satu program unggulan TNI AD yang kini tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Pompa hidram di Banyumas diharapkan mampu mengairi lebih dari 343 hektar sawah di daerah Tambak Negara, Rawalo, dan Sanggeman, serta menjadi solusi jangka panjang untuk masalah ketersediaan air di sana. Bahkan ke depannya, diharapkan kapasitas pompa ini dapat terus ditingkatkan hingga mampu mengairi lebih dari 1.000 hektar lahan pertanian di wilayah tersebut.
Pembangunan instalasi pompa hidram ini juga mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat setempat. Secara sukarela mereka melibatkan diri mulai dari tahap pembangunan, pengelolaan instalasi pompa hidram dan bak penampungan air, agar dapat terus difungsikan secara optimal.
Sebagai informasi, instalasi pipanisasi yang dikerjakan oleh prajurit TNI ini mencakup jarak terjauh hingga mencapai 14 kilometer, guna memastikan air dapat didistribusikan secara merata ke tiga desa di Banyumas tersebut. *(Dispenad)*

Komentar
Posting Komentar