Editorial Oleh : Redaksi SabtaNews. com Ketika Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Reguler dihentikan total dengan alasan keterbatasan anggaran, sesungguhnya yang runtuh bukan sekadar satu pos belanja. Yang ambruk adalah klaim kepemimpinan daerah atas kemampuan mengelola kepercayaan publik dan masa depan generasi. Tidak ada krisis anggaran yang berdiri sendiri. Defisit bukan musibah alam. Ia lahir dari serangkaian keputusan politik, salah kelola prioritas, dan ketidakmampuan membaca arah ekonomi daerah. Maka ketika pendidikan layanan paling mendasar yang pertama kali dikorbankan, publik berhak menyimpulkan: kepemimpinan telah gagal menjalankan fungsi dasarnya. *Lebih mengkhawatirkan, kegagalan itu kini sedang dinormalisasi* Alih-alih koreksi menyeluruh, yang ditawarkan justru solusi darurat yang menyesatkan: menghidupkan kembali sumbangan komite sekolah. Subsidi silang dijadikan tameng moral. “Tidak mengikat” dijadikan jargon administratif. Padahal semua orang tahu, di ruan...
Membramo Tengah, SABTANEWS.COM — Pelayanan kesehatan di Papua terus ditingkatkan oleh Satgas Yonif 641/Beruang dengan beberapa upaya, diantaranya memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat di kampung Eragayam, Kab. Membramo Tengah, Prov. Papua Pergunungan, (11/10/2024).
Beberapa tantangan yang dihadapi dalam pelayanan kesehatan di Papua, di antaranya : Kurangnya tenaga medis, obat-obatan serta fasilitas kesehatan yang lokasinya jauh dan medan yang sulit untuk dilalui, sehingga penanganan masalah kesehatan perlu kolaborasi multipihak.
Dalam Hal ini, Komandan Pos Eragayam Satgas 641/Bru, Lettu Inf Achmad Rifai berinisiatif membuat program kampung sehat, dengan secara rutin melaksanakan Komsos serta memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat binaan di wilayah Pos Eragayam.
Terlihat hari ini, “Kami mendapatkan laporan bahwa ada warga yang sakit sehingga dengan sigap dan tanggap Pratu Paulus selaku Takes Pos Eragayam beserta beberapa anggota, langsung menuju lokasi untuk memeriksa kondisi dari warga yang sakit tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan awal kemudian diberikan obat dengan harapan sakit Mama Akrina Gombo (46 th) lekas sembuh.
Mama Akrina mengucapkan terimakasih kepada personel Satgas Yonif 641/Bru yang selalu ada untuk masyarakat di sini.
“Kami sangat senang sekali TNI begitu peduli dengan kami, semoga kebaikan bapak yang diberikan kepada kami, dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa.” Ucapnya.
Dalam rilis tertulisnya Lettu Inf Rifai menyampaikan bahwa "Pelayanan kesehatan ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami, Satgas 641 harus selalu ada dan hadir di tengah-tengah warga masyarakat agar mengetahui segala permasalahan yang terjadi dan menjadi solusi untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya. Dengan kegiatan ini hubungan TNI dengan masyarakat semakin erat dan harmonis kedepannya ,”ujar Danpos.
"Bersama Rakyat TNI Kuat".
@puspentni
@tni_angkatan_darat
@kodamtanjungpura
@Kodam17
@Korem172
@brigif_19kh
#tniadmengabdidanmembangunbersamarakyat
#BeruangSayangPapua

Komentar
Posting Komentar