SABTANEWS.COM - The heavy equipment deployed by the Indonesian Army includes 18 PC 200 excavators, 3 long-arm excavators, 7 bulldozers, 25 dump trucks, 2 fuel tankers, 27 personnel transport trucks, and 7 fire trucks. All of the defense equipment was delivered by sea using ADRI ships or by land, depending on the conditions of the target area. In addition, 20 units of water purification vehicles were also handed over as assistance from the Coordinating Ministry for Political and Security Affairs (Kemenko Polkam), with the handover witnessed directly by Coordinating Minister for Political and Security Affairs Djamari Chaniago and Army Chief of Staff General Maruli Simanjuntak. The Army Chief of Staff hopes the deployment of this heavy equipment will expedite the post-disaster recovery process, allowing community activities, including teaching and learning in schools, to return to normal as soon as possible. (Dispenad) Last updated on 7 January 2026
Jakarta – . Dalam rangka mendukung latihan bersama Super Garuda Shield di Baturaja, Sumatera Selatan, Batalyon Kopasgat 467, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (29/08/2024), mengadakan kegiatan pelipatan Parasut Udara Orang (PUO) tipe MC1-1C, hasil produksi PT. LBP. Sebanyak 23 set parasut dipersiapkan dengan cermat, melibatkan dua personel Rigger dari Sathar 72, yaitu Serma Gunawan dan Pratu Al Makrub. Keduanya bertanggung jawab dalam pengawasan dan pengecekan proses pelipatan parasut untuk memastikan kelayakan dan kesesuaian prosedur.
Pelipatan parasut yang dilakukan di Yonko 467 Lanud Halim Perdanakusuma ini merupakan bagian penting dari persiapan penerjunan. Serma Gunawan dan Pratu Al Makrub turut memastikan bahwa baik parasut utama maupun cadangan telah dilipat dengan benar dan siap digunakan dalam operasi. Kehadiran mereka menjadi kunci dalam menjaga keselamatan dan kelancaran latihan.
Latihan penerjunan yang dilaksanakan pada Kamis, 29 Agustus 2024, dimulai dari titik muat di Lanud Halim Perdanakusuma dan berakhir di Dropping Zone Baturaja. Operasi ini melibatkan 80 personel dari Kopasgat 467 dan Angkatan Darat, yang didukung oleh dua pesawat angkut berat C-130 A-1316 dan A-1323 dari Skadron Udara 32. Semua tahapan penerjunan berjalan dengan lancar dan mendarat dengan aman.
Partisipasi aktif dari personel Rigger Sathar 72 dalam latihan ini menunjukkan dedikasi mereka dalam memastikan setiap detail teknis terpenuhi. Hal ini juga menegaskan komitmen TNI AU dalam mendukung kesuksesan latihan gabungan Super Garuda SHIELD. (Romo Kefas).
Komentar
Posting Komentar