TAJUK RENCANA oleh Redaksi ilustrasi Defisit APBD Provinsi Riau yang menembus Rp 3,5 triliun terdiri dari defisit anggaran Rp 1,3 triliun dan tunda bayar sebesar Rp 2,2 triliun ini bukan sekadar kegagalan teknokratis dalam pengelolaan keuangan daerah. Ia merupakan indikasi serius kelalaian negara dalam memenuhi kewajiban konstitusional terhadap hak dasar warga, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Ketika anggaran tersendat dan layanan publik terganggu, yang dipertaruhkan bukan hanya angka-angka fiskal, melainkan amanat konstitusi. Jika masih ingat dengan pernyataan mantan Gubernur Riau, Syamsuar, dalam debat publik menjadi alarm keras. Ia menegaskan bahwa defisit sebesar ini belum pernah terjadi pada masa gubernur – gubernur sebelumnya dan justru muncul pada masa transisi pemerintahan. Fakta ini bukan sekadar perbandingan politik, melainkan indikator serius kegagalan tata kelola keuangan daerah yang berdampak langsung pada kepentingan publik. Anggaran Bukan Sekadar Kebija...
Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk penyampaian tambahan materi pelajaran bagi anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) yang tinggal di dekat Pos Yigi.
Dalam penekanannya kepada para Prajurit TNI, Komandan Satgas Yonif 432 Kostrad, Letkol Inf Zulfikar Akbar Helmi, menyampaikan pentingnya perhatian Satgas kepada kebutuhan dasar masyarakat di sekitar Pos. Oleh sebab itu, Pos Yigi yang dipimpin Lettu Inf Gayuh Nanda Prayudin, telah mengamati perkembangan wilayahnya sejak tugas dimulai. Faktor pendidikan bagi anak-anak usia SD merupakan salah satu hal penting dalam kebutuhan dasar masyarakat Kampung Yigi. Berangkat dari perhatian tersebut, maka hari Selasa pagi itu, Lettu Inf Gayuh Nanda Prayudin mengundang anak-anak usia SD di sekitar Pos Yigi untuk mengikuti kegiatan tambahan pelajaran yang disampaikan langsung oleh perwakilan Guru SD Inpres Yigi yaitu Bapak Pius Ohoiwutun dan Bapak Lukas Maruru.
Sebelum proses pelajaran dimulai, Lettu Inf Gayuh menyampaikan ucapan terima kasih atas respons kedua guru yang telah berkenan hadir memenuhi undangannya. Tidak lupa, Lettu Inf Gayuh juga mengucapkan terima kasih atas antusiasme anak-anak yang berbondong-bondong hadir ke Pos Yigi untuk mengikuti pelajaran tambahan. Pada kesempatan itu, Lettu Inf Gayuh juga membagikan beberapa perlengkapan sekolah gratis kepada seluruh anak-anak yang hadir, meliputi buku dan alat tulis. Usai pelajaran, seorang anak peserta belajar, bernama Matius Gwijangge, berkata "Terima kasih Om Tentara sudah kasih kita buku dan alat tulis. Kami senang bisa belajar di Pos 432 Kostrad. Tuhan memberkati Om-om Tentara“.
Sementara itu, di tempat terpisah, Panglima KOOPS TNI, Brigjen TNI Lucky Avianto mengapresiasi inisiatif Satgas Yonif 432 Kostrad dalam menggelar kegiatan peningkatan literasi di Pos Yigi.
"Hal ini merupakan upaya TNI memberikan pelayanan kebutuhan dasar, khususnya pendidikan bagi anak-anak usia sekolah, guna mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua,"ungkapnya pasca menerima laporan pelaksanaan kegiatan. (Red)
Komentar
Posting Komentar