PEKANBARU, SABTANEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menggelar kegiatan Penyuluhan Pengelolaan Sampah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan di lingkungan Lapas, Jumat (06/02/2026). Kegiatan penyuluhan dibuka secara langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto. Dalam sambutannya, Yuniarto menegaskan pentingnya kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan, khususnya di dalam Lapas. “Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga bagian dari pembinaan karakter dan tanggung jawab bersama. Kedepan, hasil dari pengelolaan sampah ini akan diolah menjadi pupuk yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi, sehingga dapat dijual kembali kepada masyarakat,” ujar Yuniarto. Penyuluhan ini diikuti oleh sebanyak 100 orang warga binaan Lapas Kelas IIA Pekanbaru y...
SABTANEWS COM - JAKARTA - Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Mukti Juharsa mengatakan, penangkapan buronan nomor 1 Thailand Chaowalit Thungduang menjadi harapan agar bandar narkoba Fredi Pratama yang bersembunyi di Thailand bisa segera ditangkap dan diserahkan ke Polri.
“Kami sudah sampaikan (ke Thailand), nanti ada tim yang ke Thailand dipimpin Kombes Pol Audie, dari Hubinter dan Wadir Narkoba untuk membicarakan pemulangan Fredi Pratam,” kata Mukti di Jakarta, Senin (3/6/2024).
Menurut Mukti, pembicaraan terkait imbal-balik dari penangkapan Chaowalit ini telah dibicarakan kepada perwakilan Thailand yang datang menjemput buronan nomor 1 itu ke Indonesia. Menurut informasinya, Fredi Pratama berada di perbatasan antara Thailand dengan Burma.
“Kami akan joint investigation, ada budi ada balaslah. Kami meminta demikian, karena Fredi ini kan gembong besar juga. Ya kami saling bertukar, barter. Itu yang kami inginkan,” kata Mukti.
Jenderal polisi bintang satu itu berharap keberhasilan penangkapan Chaowalit di Indonesia menjadi desakan bagi Royal Thai Police untuk segera menangkap dan memulangkan Fredi Pratama ke Indonesia.
Selain itu, juga sudah ada kesepakatan, dalam kasus Fredi Pratama ini, Royal Thai Police akan mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas nama istri Fredi Pratama, sedangkan tersangka Fredi Pratama akan diusut oleh Polri. (Red)
Komentar
Posting Komentar