KAMPAR, RIAU, SABTANEWS.COM — Kasus kehilangan satu unit telepon genggam Android merek Infinix G70 yang dialami Aldo Alfredo Saragih kini menjadi perhatian publik. Aldo, anak dari Pajar Saragih—pengurus Perkumpulan Redaksi Indonesia Maju (PRIMA) sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Solidaritas Wartawan Indonesia (SWI)—secara resmi melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tapung Hulu, Rabu, 7 Januari 2026. Kehilangan diketahui saat korban terbangun dari tidurnya di rumah milik pamannya, Marupa Saragih, yang beralamat di Dusun I Handayani RT/RW 001/003, Desa Sukaramai, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar. Ponsel yang disimpan sebelumnya diketahui telah raib, menyebabkan kerugian sekitar Rp1,7 juta, termasuk hilangnya data-data penting pelajaran. Pajar Saragih menilai peristiwa ini bukan sekadar pencurian biasa. Ia menegaskan, kejadian serupa kerap berulang di wilayah tersebut dan hingga kini belum pernah terungkap secara terang. “Saya tidak menilai dari besar kecilnya kerugian. Yang saya pe...
Seorang Remaja dicianjur Tewas diduga diperkosa dan dicekok Miras oleh pacar seusai merayakan ulang tahun
Majalahcikahuripan.com-Cianjur, Seorang siswi yang masih duduk di bangku sekolah SMK di Cianjur selatan Jawa Barat, tewas seusai di ajak sang pacar ke pesta ulang tahun, diduga korban meninggal akibat overdosis obat-obatan keras, dan narkoba.
Sebelum korban meninggal, korban dilarikan ke puskesmas yang di antar oleh keluarganya pada selasa siang.
Korban datang dalam kondisi mutah-muntah dan tidak sadarkan diri, kemudian puskesmas langsung melakukan perawatan, setelah melakukan perawatan, korban tidak kunjung membaik dan tidak ada perubahan, dan akhirnya meninggal dunia.
Tenaga medis puskesmas Argabinta yang menangani korban mengatakan "diduga korban mengalami overdosis dari obat-batan dan minuman keras, sementara itu ditemukan juga memar pada bagian alat vital korban dan bercak darah di area bagian vital korban" ungkapnya kepada awak media.
Pada alat vitalnya, ditemukan bercak darah. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RSUD Cianjur untuk proses autopsi.
"Korban meninggal setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Agrabinta, pada Selasa siang. Diduga tewas karena overdosis obat-obatan," kata Andri, salah seorang petugas puskesmas, Rabu (13/4/2022).
Dijelaskan dia, pada bagian alat vitalnya ditemukan luka memar. Sedang di bagian vitalnya ditemukan bercak darah.
Ketua Tim Forensik RSUD Cianjur, Dokter Fahmi Arief Hakim menambahkan, korban meninggal tidak wajar dan penuh kejanggalan. Saat ini, pihaknya telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban.
"Korban meninggal setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Agrabinta, pada Selasa siang. Diduga tewas karena overdosis obat-obatan," kata Andri, salah seorang petugas puskesmas, Rabu (13/4/2022).
Dijelaskan dia, pada bagian alat vitalnya ditemukan luka memar. Sedang di bagian vitalnya ditemukan bercak darah.
Ketua Tim Forensik RSUD Cianjur, Dokter Fahmi Arief Hakim menambahkan, korban meninggal tidak wajar dan penuh kejanggalan. Saat ini, pihaknya telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban.
"Setelah beberapa jam autopsi luar dan dalam, jenazah langsung dibawa ke rumah duka oleh polisi," jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan mengatakan, korban pertama kali pulang ke rumah dalam kondisi muntah-muntah usai diajak pacarnya ke perbatasan Tegal Buled, Sukabumi, pada Senin malam.
"Saat berada di puskesmas, korban sudah tidak sadarkan diri. Akhirnya korban meninggal," pungkasnya.
Dari informasi yang beredar, korban AN(14) pergi dengan kekasihnya untuk merayakan ulang tahun pada malam itu selasa(11/04/22) malam lalu.
Sampai berita ini diterbitkan pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan terkait kasus tersebut, pihaknya masih mendalami kasus ini dan memburu sang kekasih yang berada di sukabumi jawa barat, untuk dimintai keterangan. (red)
Komentar
Posting Komentar