BANDAR LAMPUNG, SABTANEWS.COM – Usai memimpin apel dan upacara kenaikan pangkat, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, melanjutkan agendanya dengan memberikan penguatan khusus kepada jajaran Bidang Pembinaan Narapidana di Aula Lapas, Senin (12/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, Kalapas menekankan bahwa fungsi pemasyarakatan tidak hanya sekadar pengamanan, melainkan titik beratnya ada pada keberhasilan pembinaan. Ia menginstruksikan seluruh jajaran Binadik untuk memperkuat program pembinaan secara menyeluruh, mulai dari layanan integrasi (PB, CB, CMB), pembinaan kerohanian, hingga aspek pendidikan dan pembentukan karakter. "Saya minta program pembinaan tahun ini lebih berbobot. Pastikan layanan integrasi transparan. Hidupkan terus pembinaan kerohanian agar menyentuh hati mereka, serta pendidikan dan karakter harus kita bentuk ulang agar mindset mereka berubah menjadi lebih baik," tegas Ike Rahmawati. Poin penting lainnya yang menjadi ate...
Seorang Remaja dicianjur Tewas diduga diperkosa dan dicekok Miras oleh pacar seusai merayakan ulang tahun
Majalahcikahuripan.com-Cianjur, Seorang siswi yang masih duduk di bangku sekolah SMK di Cianjur selatan Jawa Barat, tewas seusai di ajak sang pacar ke pesta ulang tahun, diduga korban meninggal akibat overdosis obat-obatan keras, dan narkoba.
Sebelum korban meninggal, korban dilarikan ke puskesmas yang di antar oleh keluarganya pada selasa siang.
Korban datang dalam kondisi mutah-muntah dan tidak sadarkan diri, kemudian puskesmas langsung melakukan perawatan, setelah melakukan perawatan, korban tidak kunjung membaik dan tidak ada perubahan, dan akhirnya meninggal dunia.
Tenaga medis puskesmas Argabinta yang menangani korban mengatakan "diduga korban mengalami overdosis dari obat-batan dan minuman keras, sementara itu ditemukan juga memar pada bagian alat vital korban dan bercak darah di area bagian vital korban" ungkapnya kepada awak media.
Pada alat vitalnya, ditemukan bercak darah. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RSUD Cianjur untuk proses autopsi.
"Korban meninggal setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Agrabinta, pada Selasa siang. Diduga tewas karena overdosis obat-obatan," kata Andri, salah seorang petugas puskesmas, Rabu (13/4/2022).
Dijelaskan dia, pada bagian alat vitalnya ditemukan luka memar. Sedang di bagian vitalnya ditemukan bercak darah.
Ketua Tim Forensik RSUD Cianjur, Dokter Fahmi Arief Hakim menambahkan, korban meninggal tidak wajar dan penuh kejanggalan. Saat ini, pihaknya telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban.
"Korban meninggal setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Agrabinta, pada Selasa siang. Diduga tewas karena overdosis obat-obatan," kata Andri, salah seorang petugas puskesmas, Rabu (13/4/2022).
Dijelaskan dia, pada bagian alat vitalnya ditemukan luka memar. Sedang di bagian vitalnya ditemukan bercak darah.
Ketua Tim Forensik RSUD Cianjur, Dokter Fahmi Arief Hakim menambahkan, korban meninggal tidak wajar dan penuh kejanggalan. Saat ini, pihaknya telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban.
"Setelah beberapa jam autopsi luar dan dalam, jenazah langsung dibawa ke rumah duka oleh polisi," jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan mengatakan, korban pertama kali pulang ke rumah dalam kondisi muntah-muntah usai diajak pacarnya ke perbatasan Tegal Buled, Sukabumi, pada Senin malam.
"Saat berada di puskesmas, korban sudah tidak sadarkan diri. Akhirnya korban meninggal," pungkasnya.
Dari informasi yang beredar, korban AN(14) pergi dengan kekasihnya untuk merayakan ulang tahun pada malam itu selasa(11/04/22) malam lalu.
Sampai berita ini diterbitkan pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan terkait kasus tersebut, pihaknya masih mendalami kasus ini dan memburu sang kekasih yang berada di sukabumi jawa barat, untuk dimintai keterangan. (red)
Komentar
Posting Komentar